Polisi Tangkap Ibu – Permasalahan bunda jual anak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, saat ini merambah sesi penyelidikan lebih lanjut. Aparat kepolisian sudah mengamankan seseorang perempuan bernama samaran MT( 38), yang lebih dahulu dilaporkan oleh suaminya, Anto( 40).
MT diprediksi ikut serta dalam aplikasi penjualan 3 anak dan satu keponakannya. Dikala ini, yang bersangkutan tengah menempuh pengecekan intensif oleh penyidik dari Direktorat PPA serta PPO Polda Sulsel.
Kronologi Polisi Tangkap Ibu Yang Diduga Jual Anak
Kasubdit II Direktorat PPA serta PPO Polda Sulsel, Kompol Zaki Sungkar, membetulkan kalau grupnya sudah mengamankan terlapor serta langsung melaksanakan pendalaman terhadap permasalahan tersebut. Penangkapan dicoba oleh regu Subdit PPO dikala MT masih terletak di daerah Makassar, pada Kamis( 26/ 3/ 2026).
” Terlapor telah kami amankan yang nama samaran perempuan bernama samaran MT itu,” ucap Kasubdit PPO, Kompol Zaki kepada wartawan, Jumat( 27/ 3/ 2026).
Sehabis diamankan, polisi bergerak kilat dengan mengumpulkan penjelasan dari beberapa pihak dan melaksanakan penelusuran lebih lanjut demi menguak kenyataan dalam permasalahan dugaan perdagangan anak ini.
” Anggota kami regu Subdit PPA Polda Sulsel langsung bergerak ambil penjelasan serta cek seluruh. Terlapor kami amankan masih di daerah Kota Makassar,” katanya.
Sayangnya, walaupun terlapor sudah diamankan, keberadaan kanak- kanak yang diprediksi jadi korban sampai saat ini masih belum dikenal. Polisi melaporkan proses pencarian serta pengembangan permasalahan masih terus dicoba.
” Jika buat anaknya ini belum dikenal, ini kami masih kembangkan,” tutur Zaki.
Baca Juga : Fakta Sindikat Judi Online Yang Beroperasi Di Medan
Jual 3 Anak serta 1 Keponakan
Lebih dahulu, dugaan permasalahan penjualan anak kembali mencuat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seseorang laki- laki bernama Anto( 40) memberi tahu istrinya sendiri yang bernama samaran MT( 38), ke Polda Sulawesi Selatan usai diprediksi menjual 3 anaknya dan satu keponakan kepada orang lain.
Dalam keterangannya, Anto mengatakan kalau dia mempunyai 5 anak, terdiri dari 3 anak kandung dari pernikahannya dengan MT serta 2 anak sambung.
Kecurigaan Anto bermula dikala dia menyadari sebagian anaknya tidak lagi terletak di rumah. Salah satunya merupakan balita bernama samaran AZ yang masih berumur 3 bulan serta saat ini tidak dikenal keberadaannya. Tidak hanya itu, salah satu anak sambungnya bernama samaran AI pula diprediksi sudah dijual oleh istrinya bersama pihak keluarga.
” Aku bisa data dari istri aku jika anak sambung aku, AI, itu telah dijual dengan mertua aku,” ucap Anto kepada wartawan, Rabu( 25/ 3/ 2026).
Tidak hanya itu, Anto pula mengaku mendapatkan data dari Pimpinan RT setempat terpaut anak kandungnya bernama samaran AZ. Dia berkata, semenjak masih dalam isi, balita tersebut diprediksi telah dipesan oleh seorang dengan duit panjar sebesar Rp1, 8 juta.
” Aku ketahui dari pak RT, katanya waktu anak aku masih dalam isi telah terdapat yang panjar Rp1, 8 juta. Aku dengar dari pak RT, yang telah panjar tiba( sehabis bayinya lahir) serta cekcok sebab balita belum diberikan,” katanya.
Kecurigaan kemudian terus menjadi menguat kala anaknya yang lain, bernama samaran AS, tidak sempat ditemui sepanjang dekat 2 bulan terakhir. Anto menebak anak tersebut pula hadapi perihal seragam.
Penuturan Korban Penculikan
“AS ini bagi aku ia pula telah dijual sebab telah tidak sempat tiba lagi, terdapat 2 bulan aku tidak sempat ketemu dengan anak aku,” tambahnya.
Tidak cuma itu, Anto pula menguak terdapatnya dugaan seragam pada balita dari keluarga iparnya. Dia menyebut balita tersebut langsung diambil seorang sehabis dilahirkan dengan nilai transaksi dekat Rp8 juta.
” Istri aku bilang waktu melahirkan iparnya itu, bayinya pula langsung terdapat yang ambil serta telah dibayar Rp8 juta,” ucapnya.
Saat sebelum peristiwa ini terungkap, MT pernah berpamitan buat berangkat ke rumah orang tuanya dengan alibi menjauhi sakit dikala masa hujan. Tetapi, sehabis lebih dari sepekan, dia tidak kunjung kembali. Dikala Anto menghadiri rumah mertuanya, dia mengalami istri serta anak- anaknya telah tidak terletak di situ.
” Aku telah desak kembali, tetapi tidak ingin. Aku tiba ke rumah mertua, tetapi istri serta kanak- kanak aku telah tidak terdapat,” tuturnya.
Atas peristiwa tersebut, Anto setelah itu memberi tahu istrinya ke Polda Sulawesi Selatan pada 2 Maret 2026 dengan no laporan LP/ B/ 248/ III/ 2026/ SPKT/ POLDA SULAWESI SELATAN. Sampai saat ini, dia berharap keberadaan anak- anaknya lekas terungkap serta bisa kembali dengan selamat.
Dapatkan grandprize besar bersama Empire88 link permainan online dengan hadiah terbesar!

