Pilu Nenek Elina Yang Rumahnya Diratakan Tanpa Proses Hukum

Pilu Nenek Elina Yang Rumahnya Diratakan Tanpa Proses Hukum

Pilu Nenek Elina – Ketenangan hidup seseorang lanjut usia di Surabaya mendadak lenyap. Rumah yang sudah ditempati nenek Elina Wijayanti( 80) bersama keluarganya di Dukuh Kuwukan, Kecamatan Sambikerep. Rata dengan tanah sehabis pengusiran yang diprediksi dicoba oleh sekelompok orang pada 6 Agustus 2025 kemudian.

Peristiwa ini jadi sorotan luas publik sebab diprediksi terjalin tanpa prosedur hukum yang legal. Elina mengaku rumah tersebut dikunjungi dekat 50 orang menggunakan atribut organisasi kemasyarakatan( ormas). Mereka mengklaim sudah membeli rumah itu, tetapi bagi Elina tanpa menampilkan dokumen formal apa juga.

Curhat Pilu Nenek Elina

“Aku tinggal di mari semenjak 2011. Tidak sempat menjual rumah ini. Tidak terdapat proses hukum sama sekali,” ucapnya, Kamis( 25/ 12/ 2025).

Dalam rumah itu tinggal pula cucunya Sari Murita Purwandari, suaminya Dedy Suhendra, seseorang saudara bernama Musmirah, dan 2 bayi. Tetapi kedatangan kanak- kanak tidak menghentikan dugaan aksi kekerasan yang timbul dalam insiden tersebut.

Bagi Elina, dia ditarik paksa keluar sampai hadapi cedera di wajah. Keluarga tidak berkutik sebab takut keselamatan kanak- kanak. Mereka pula mengaku harta barang lenyap, mulai dari sertifikat rumah, sepeda motor, sampai beberapa barang individu yang diangkut memakai mobil pikap.

Baca Juga : Belasan Kampung Pidie Jaya Aceh Kembali Terdampak Banjir

Tidak menyudahi di sana, sebagian hari sehabis pengusiran, perlengkapan berat tiba serta meratakan segala bangunan tanpa terdapatnya segel, pesan formal, ataupun pemberitahuan dari pihak berwenang. Rumah yang jadi tempat bernaung lebih dari satu dekade itu sirna cuma dalam hitungan jam.

Saat ini, Elina wajib menumpang di rumah saudara. Seluruh dokumen berarti keluarga lenyap bersama reruntuhan bangunan.“ Kami telah melapor ke polisi atas dugaan pengusiran serta peluluhlantahkan ini. Laporan formal baru tercatat 23 Desember 2025,” katanya.

Gelombang Sokongan Publik

Permasalahan ini memantik respon publik, paling utama di media sosial. Tagar#JusticeForNenekElina mulai ramai digunakan oleh para pengguna Instagram serta TikTok, paling utama akun- akun lokal Surabaya serta Jember. Beberapa video kronologi yang tersebar mengundang keprihatinan serta desakan supaya penegak hukum turun tangan.

Aktivis proteksi korban serta kelompok rentan memperhitungkan peristiwa ini jadi potret lemahnya rasa nyaman warga perkotaan bila dugaan intimidasi massa dapat menggusur masyarakat tanpa proses hukum.

Menanti Kepastian Hukum

Otoritas kepolisian belum membagikan penjelasan lengkap terpaut pertumbuhan penyelidikan. Keluarga berharap proses hukum berjalan transparan serta terdapatnya upaya pemulihan hak atas rumah tersebut.

” Aku cuma mau keadilan. Jangan hingga terdapat nenek lain yang diperlakukan semacam aku,” tutup Elina.

Dapatkan grandprize besar bersama Tuankuda link permainan online dengan hadiah terbesar!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *