Anggota DPRD – Beberapa anggota DPRD Padang Pariaman, Sumatera Barat( Sumbar) melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Pemerintahan Kabupaten Sleman, Wilayah Istimewa Yogyakarta, Selasa( 2/ 11/ 2025), di dikala bencana banjir bandang belum seluruhnya tertangani.
Padang Pariaman ialah salah satu kabupaten terdampak banjir. Informasi terkini dari Tubuh Penanggulangan Bencana Wilayah( BPBD) Sumbar, sebanyak 7 orang wafat dunia akibat banjir di Padang Pariaman. Tercatat satu orang lenyap serta 11 luka- luka.
Tidak hanya itu pula ditemui 26 jenazah hanyut di aliran Sungai Batang Anai, yang diprediksi korban banjir bandang di Padang Panjang.
Tidak hanya itu sebanyak 3. 192 jiwa mengungsi, 15. 382 masyarakat terdampak di Padang Pariaman. Belum lagi kehancuran rumah sebanyak 21 unit rusak berat, 22 rusak lagi, 15 rusak ringan, 25 terendam serta 36 hanyut.
Baca Juga : Dua Selebgram Lampung Diringkus Tim Satgas Judi Online
Zona pertanian turut lumpuh. 612 hektare sawah, 166 hektare ladang serta beberapa kolam ikan rusak. Infrastruktur publik pula terdampak 10 sarana pembelajaran, 3 tempat ibadah, 1 irigasi, 21 jembatan, dan 209 m jalur serta 16 ruas jalur putus ataupun rusak.
Penjelasan Anggota DPRD Perihal Ini
Pimpinan DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi berdalih kunjungan tersebut dicoba sehabis para wakil rakyat itu turun ke wilayah pemilihan( dapil) tiap- tiap buat menolong para korban banjir.
“ Serta pula sesungguhnya kawan- kawan yang kunjungan ke Sleman telah turun ke dapilnya, telah menolong warga pasca bencana. Aktivitas seluruhnya telah turun bertepatan pada 25 November sampai 1 Desember 2025,” kata Aprinaldi kepada Liputan6. com, Rabu( 3/ 12/ 2025).
Ia melanjutkan, anggota DPRD Padang Pariaman yang melaksanakan kunjungan berasal dari komisi I serta komisi IV.
“ Terdapat pula yang dapilnya tidak terserang bencana,” ucap ia.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Sleman, Rohmiyanto, memberikan keterangan berdasarkan data yang diperoleh. Ia menjelaskan bahwa permohonan kunjungan kerja dari dua komisi DPRD Padang Pariaman diajukan pada waktu yang berbeda.
Menurut Rohmi, Komisi I mengirimkan pesan permohonan formal pada tanggal 18 November 2025. Sementara itu, Komisi IV baru mengajukan permohonan dengan tanggal surat 28 November 2025. Pesan dari Komisi IV tersebut kemudian baru diterima oleh Pemkab Sleman tiga hari setelah tanggal surat.
“ Penerimaannya kami satukan saja,” ucap Rohmi kepada wartawan.
Para wakil rakyat di DPRD Padang Pariaman tersebut hendak terletak di Sleman sampai Sabtu 6 Desember 2025.
Dapatkan grandprize besar bersama Macanempire link permainan online dengan hadiah terbesar!

