Erick Thohir: Timnas Punya Peluang 7 Persen Ramalan ChatGPT Ketua PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan ramalan ChatGPT untuk persaingan di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, termasuk Timnas Indonesia.
Dalam wawancaranya dengan kanal YouTube Bola Bung Binder yang tayang pada Senin (4/8/2025), Erick Thohir mengatakan bahwa ChatGP memperkirakan Timnas Indonesia hanya mempunyai peluang 7 persen di putaran keempat.
Sementara untuk dua pesaing Timnas Indonesia di Grup B, Timnas Irak diperkirakan ChatGPT memiliki kans 55 persen dan Timnas Arab Saudi 38 persen.
ChatGPT adalah suatu model kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh OpenAI dan dirancang untuk memahami serta menghasilkan teks seperti manusia, berdasarkan input atau pertanyaan yang diberikan oleh pengguna.
“Kalau ChatGPT lebih seram saya. ChatGPT memperkirakan 55 persen Irak, 38 persen Arab Saudi, dan Timnas Indonesia cuma 7 persen. Itu ChatGPT,” ujarnya.
“Ya, itu bukan berarti, ‘oh, ramalan ChatGPT benar juga’ bukan berarti kita pesimistis. Tapi realita memang kalau dihitung,” imbuh Erick Thohir.
Enggan Pesimistis
Erick Thohir menolak mengibarkan bendera putih dengan prediksi ChatGP. Dia ingin Timnas Indonesia berjuang habis-habisan di putaran keempat demi tiket ke Piala Dunia 2026.
“Saya sebagai Ketua PSSI, kepada masyarakat Indonesia, dengan persentase dari ChatGP dan juga teori-teori, terus saya mohon maaf, enggak bisa begitu dong,” ucap Erick Thohir.
“Atau memohon maaf ke pelatih dan pemain ‘wah, persentase kita kecil’ ya tidak bisa. Saya tuh figur yang ambisius dalam kerjaan, bukan posisi.”
“Jadi kalau belum apa-apa, kita semua sudah menyerah, kan kita lagi coba terus. Saya sebagai Ketua PSSI berusaha semati-matian memperbaiki dan mempersiapkan Timnas Indonesia,” ungkapnya.
Jalan Menuju Piala Dunia 2026
Untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia harus menjadi juara Grup B putaran keempat.
Jika keluar sebagai runner-up Grup B, maka tim berjulukan Garuda itu akan menghadapi runner-up Grup A di putaran kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pemenangnya akan menjadi wakil Asia di babak play-off antar-konfederasi bersama negara dari Afrika, Amerika Selatan, Amerika Utara, Tengah, dan Kepulauan Karibia, serta Oseania.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka suara soal prediksi kecerdasan buatan (AI) yang menyebut peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 hanya 7 persen. Dia meminta masyarakat dan para pemain tak terpengaruh angka tersebut, apalagi sampai kehilangan semangat juang.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia tergabung di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, bersama Irak dan Arab Saudi. Seluruh laga grup ini akan digelar di Arab Saudi, dengan tim Garuda membuka laga kontra tuan rumah pada 8 Oktober 2025, lalu jumpa Irak tiga hari kemudian.
Dalam prediksi AI yang disampaikan melalui kanal YouTube Bola Bung Binder, disebutkan bahwa peluang Irak mencapai babak berikutnya mencapai 55 persen, Arab Saudi 38 persen, dan Indonesia hanya 7 persen.

Santai Timnas Indonesia Tak Diunggulkan
Erick Thohir menanggapi santai prediksi buat Timnas Indonesia tersebut. Baginya, angka sekecil apapun tak boleh mematikan semangat timnas dan seluruh pendukungnya.
“Katanya ChatGPT apa tuh? 55 persen Irak, 38 persen Arab Saudi. Indonesia cuma 7 persen. Itu ChatGPT ya,” ujar Erick.
Dia menegaskan bahwa angka-angka itu hanyalah hitungan teori dan bukan takdir pasti. Dia yakin bahwa sepak bola tak bisa diukur hanya dari statistik atau algoritma.
“Itu bukan berarti ramalan ChatGPT benar, bukan berarti kita harus pesimistis. Masa saya sebagai ketua umum, masyarakat Indonesia, langsung percaya begitu saja sama persentase ChatGPT? Mohon maaf, enggak bisa gitu dong,” tegasnya.
Erick Thohir: Sepak Bola Bukan Hitung-hitungan AI
Menanggapi hal itu, Erick Thohir menyindir santai angka-angka dari AI tersebut. Ia menyebut, prediksi AI atau ChatGPT tak bisa dijadikan acuan utama dalam menilai peluang Indonesia.
“Katanya ChatGPT ya? 55 persen Irak, 38 persen Arab Saudi, kita 7 persen. Ya itu AI,” ucap Erick sambil tersenyum.
“Angka-angka itu bukan takdir. Sepak bola enggak bisa dihitung statistik saja. Masa kita langsung percaya begitu aja sama persentase ChatGPT?” tambahnya.
Erick Thohir menegaskan, justru di saat tak diunggulkan itulah timnas harus membuktikan diri. Dia percaya semangat Garuda tak bisa dikalahkan oleh data dan algoritma.
“Kita enggak boleh pesimistis. Kalau kita langsung minder karena 7 persen, buat apa kita berjuang?” tegasnya.
Dalam dua tahun terakhir, PSSI memang sedang membangun fondasi kuat lewat pembinaan dan naturalisasi pemain keturunan. Targetnya jelas, tembus Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya. Rasakan keseruan bermain naga empire situs resmi gaming online depo mudah hari ini!

